<<PAGAR NUSA>>
1986
<<+>>KH Suharbillah, adalah murid dari pendiri
Pagar Nusa, KH Maksum Jauhari (Gus Maksum), sekaligus termasuk salah satu
pendiri organisasi tersebut. Saat turut serta mendirikan organisasi Pagar Nusa
(tahun 1985), usianya memang masih muda sekitar 22 tahun
<<#>> Mengenai sosok Gus Maksum, KH Suharbillah memiliki cerita, bahwa di saat PSNU
Pagar Nusa akan mengadakan sebuah pertandingan antardaerah, Gus Maksum tidak
menyetujui.
“Saya yang bagian matur beliau. Awalnya beliau bilang tidak setuju, dengan pertimbangan tidak adanya dana,” ceritanya kepada NU Online, saat ditemui usai menghadiri acara pembukaan pelatihan pelatih tingkat nasional PSNU Pagar Nusa
“Saya yang bagian matur beliau. Awalnya beliau bilang tidak setuju, dengan pertimbangan tidak adanya dana,” ceritanya kepada NU Online, saat ditemui usai menghadiri acara pembukaan pelatihan pelatih tingkat nasional PSNU Pagar Nusa
<<=>> Namun, ketika dikatakan acaranya masih perlu persiapan tiga bulan lagi, Gus
Maksum berkata; “Tiga bulan lagi nanas saya sudah panen, silahkan uangnya
digunakan sebagai dana.”
<<+>>Ia juga menceritakan, bahwa di saat Gus Maksum sedang sakit dan ada wartawan yang ingin menemuinya untuk melihat gerakan, Gus Maksum masih bisa mempraktikkan gerakannya.
“Beliau adalah sosok yang seumur hidupnya adalah untuk pencak silat, baik saat sehat maupun saat sakit. Bahkan kebun nanasnya pun diberikan untuk Pagar Nusa,” tandasnya.
<<->>KH Suharbillah, barangkali memang tak banyak yang mengenal nama itu. Usianya sudah tidak dapat dikatakan muda lagi, 66 tahun. Ia pun tak segan bercerita bahwa tidak sedikit orang yang menganggap bahwa ia sudah meninggal.
“Lho, wong iku sih urip ta?,” (Lho, orang itu masih hidup kah?) ujarnya sambil terkekeh-kekeh menirukan orang-orang yang tidak percaya jika ia masih hidup.
<<+>>Sosoknya yang berbadan tinggi-besar, disertai kumis dan jenggot yang dibiarkannya memanjang, tentu akan memberikan kesan sedikit ‘seram’ pada orang yang pertama kali melihatnya. Ia sendiri mengakui itu. Namun siapa sangka, dibalik wajah ‘seram’ tersebut tersimpan keramahan yang luar biasa.
<<*>>KH Suharbillah kini berharap agar generasi PSNU Pagar Nusa dapat mengokohkan dan sekaligus mewariskan ilmu pencak silat tidak dengan sepotong-potong, tapi secara utuh.
Artinya, (tidak hanya dari aspek bela diri saja yang akan dikuasainya, yang nantinya dapat memunculkan sikap arogan, namun juga aspek lainnya, seperti seni-budaya dan asma’ (aspek batin). Asma’ sendiri menurut KH Suhar Billah, adalah untuk mengikat bahwa tidak ada yang melebihi kekuatan Allah, sesuai dengan slogan PSNU Pagar Nusa, laa ghaaliba illa billah)
“Kami juga berharap, pada akhirnya nanti para pendekar yang dilahirkan oleh PSNU Pagar Nusa bukanlah menjadi orang yang salah dalam mengamalkan ilmu
<<+>>Ia juga menceritakan, bahwa di saat Gus Maksum sedang sakit dan ada wartawan yang ingin menemuinya untuk melihat gerakan, Gus Maksum masih bisa mempraktikkan gerakannya.
“Beliau adalah sosok yang seumur hidupnya adalah untuk pencak silat, baik saat sehat maupun saat sakit. Bahkan kebun nanasnya pun diberikan untuk Pagar Nusa,” tandasnya.
<<->>KH Suharbillah, barangkali memang tak banyak yang mengenal nama itu. Usianya sudah tidak dapat dikatakan muda lagi, 66 tahun. Ia pun tak segan bercerita bahwa tidak sedikit orang yang menganggap bahwa ia sudah meninggal.
“Lho, wong iku sih urip ta?,” (Lho, orang itu masih hidup kah?) ujarnya sambil terkekeh-kekeh menirukan orang-orang yang tidak percaya jika ia masih hidup.
<<+>>Sosoknya yang berbadan tinggi-besar, disertai kumis dan jenggot yang dibiarkannya memanjang, tentu akan memberikan kesan sedikit ‘seram’ pada orang yang pertama kali melihatnya. Ia sendiri mengakui itu. Namun siapa sangka, dibalik wajah ‘seram’ tersebut tersimpan keramahan yang luar biasa.
<<*>>KH Suharbillah kini berharap agar generasi PSNU Pagar Nusa dapat mengokohkan dan sekaligus mewariskan ilmu pencak silat tidak dengan sepotong-potong, tapi secara utuh.
Artinya, (tidak hanya dari aspek bela diri saja yang akan dikuasainya, yang nantinya dapat memunculkan sikap arogan, namun juga aspek lainnya, seperti seni-budaya dan asma’ (aspek batin). Asma’ sendiri menurut KH Suhar Billah, adalah untuk mengikat bahwa tidak ada yang melebihi kekuatan Allah, sesuai dengan slogan PSNU Pagar Nusa, laa ghaaliba illa billah)
“Kami juga berharap, pada akhirnya nanti para pendekar yang dilahirkan oleh PSNU Pagar Nusa bukanlah menjadi orang yang salah dalam mengamalkan ilmu
<<''Jurus bukan sekedar rangkaian gerak langkah
dan serangan, maupun hindaran serta perlindungan diri. Namun jurus adalah sikap
hidup seorang pendekar sejati. Karna jurus adalah cerminan sikap ''Jujur'' dan
''Lurus''>>


